Adalah An-Nuur Center, sebuah bangunan Ruko di Jln Diponegoro Denpasar Bali yang merupakan bagian Yayasan Masjid An-Nuur yang berdiri megah di seberangnya. Disinilah Pusat dokumentasi sejarah Islam di tengah komunitas Muslim yang disokong para seniornya, misalnya; K.H. .S. Habib Adnan yang memimpin MUI Bali selama beberapa periode. Beliau juga dikenal luas dalam komunitas ESQ Leadership Center sebagai guru dari pendiri lembaga pelatihan spiritual itu.
Gedung 3 lantai ini menyimpan rekaman perjalanan sejarah perkembangan Islam di Bali yang kita kenal sebagai Pulau Seribu Pura ini. Antara lain buku hasil penelitian sejarawan Bali, Drs. A.A. Gde Agung, SU asal Puri Karangasem, foto prasasti, bangunan-bangunan penting kerajaan di Puri Pemecutan (Denpasar), cap Kerajaan Klungkung (Hindu) yang menggunakan huruf Arab, karena pada Zaman Raja Ida Bagus Jambe kerajaan ini menjalin hubungan diplomatik dengan salah satu Kerajaan Islam di Jambi (Sumatera Selatan).
Dalam perjalanan wisata muslim ini, kita juga bisa menyaksikan eksistensi Komunitas Muslim Loloan Barat dan Loloan Timur di Jembrana yang merupakan keturunan dari tanah Melayu (Kuala Terengganu) yang sudah beberapa abad yang lalu masuk Bali. Hingga kini mereka bertahan dengan agama Islam dan adat-istiadat Melayu. Juga seluk beluk Kerajaan Jembrana (Negara) yang sangat erat hubungannya dengan umat Islam di daerah itu dari awal masuknya umat Islam. Hingga kini panji-panji Islam bertuliskan kalimat “La Illaha Ilallah” disimpan di Puri Negara, sebagai penghargaan atas perjuangan pengikut Syekh Al Kodri (pemuka Islam kala itu) menghadang serangan dari kerajaan lain.
Kita bisa menyaksikan Desa Air Kuning-tempat umat muslim beranak pinak di situ. Desa Air Kuning ini bersebelahan dengan Desa Yeh Kuning yang juga berarti air kuning, yang ditempati oleh komunitas Hindu. Pada masa perjuangan 1945 desa Air Kuning ini dijadikan tempat persinggahan pejuang yang tergabung dalam Pasukan Sunda Kecil yang dipimpin Kol (Anumerta) I Gusti Ngurah Rai, yang sekarang namanya diabadikan sebagai nama Bandara Int’l di Bali.
Selanjutnya Anda bisa melanjutkan perjalanan ke Buleleng, yang pernah menjadi Ibukota Propinsi Sunda Kecil diawal kemerdekaan RI, yang wilayahnya meliputi Bali, NTB, NTT.
(Bersambung ke Bagian-3)